Bos BRI buka-bukaan soal strategi menghadapi suku bunga tinggi

banner 468x60


banner 336x280

Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso buka-bukaan strategi menghadapi ketidakpastian perekonomian. Mulai dari situasi geopolitik yang mempengaruhi harga minyak, energi, dan pangan, serta situasi dalam negeri yang masih berhadapan dengan ketersediaan pangan yang berdampak pada inflasi.

Semua faktor tersebut akan menyebabkan tingginya suku bunga acuan, menurut Sunars. Oleh karena itu BRI memiliki simulasi untuk menjawab tantangan tersebut. Antara lain memperhatikan potensi peningkatan inflasi dan kenaikan suku bunga.

“Dan yang berikutnya dari sisi risiko adalah likuiditas race. Dan itu pasti akan menimbulkan biaya tinggi dari sisi cost of fund, yang akan mempengaruhi kualitas kredit dan sebagainya,” jelas Sunarso saat BRI Q1. 2024 secara virtual, Kamis (25 April 2024).

“Singkatnya, untuk mengelola risiko yang berasal dari sumber global dan domestik, kita perlu memiliki kemampuan untuk menjalankan simulasi.”

Pertama, Bank Negara membuat matriks pertumbuhan dan risiko ekonomi Indonesia. Sunarso menjelaskan BRI memperkirakan risiko tinggi pada kuartal II 2024, namun potensi pertumbuhan ekonominya moderat.

Untuk itu, Sunarso mengatakan hingga Juni pihaknya akan terus mendukung pertumbuhan kredit, namun secara moderat. Pedoman portofolio pinjaman BRI hingga tiga bulan ke depan juga akan diperketat.

Selain itu, simulasi dan stress test akan terus dilakukan. Selain itu, pertahankan rasio penyisihan penurunan nilai aset dan cari dana dengan jangka waktu yang panjang.

Menurut Sunars, tingkat risiko dan pertumbuhan mungkin akan moderat saat kita memasuki kuartal ketiga atau keempat tahun ini.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel lain

Bos BRI: Pernyataan “BUMN Bisa Tak Untung” Itu Berbahaya

(ay/ayh)


Quoted From Many Source

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *