Mengatasi penerima KIP Perguruan Tinggi yang tidak tepat sasaran, Kemendikbud minta pihak kampus melakukan penilaian

banner 468x60

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyayangkan viralnya kasus pelajar penerima Kartu Indonesia Pintar atau Universitas KIP sebuah gaya hedonistik yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan di jejaring sosial. Kepala Pusat Layanan Pendanaan Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Riset dan Teknologi Abdul Kahar juga mengimbau perguruan tinggi melakukan evaluasi penerima KIP Kuliah setiap semester.

Hal ini sebagai upaya untuk memastikan bahwa penerima manfaat KIP Kuliah yang tidak mematuhi ketentuan atau dalam hal ini bukan berasal dari keluarga tidak mampu dapat dipecat sebagai penerima manfaat. Kuota perkuliahan KIP dapat diubah bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan.

banner 336x280

“Kami sudah minta pihak universitas melakukan penilaian, mungkin anak ini dari awal tidak layak masuk KIP College,” kata Abdul saat dihubungi, Jumat malam, 3 Mei 2024.

Menurut Abdul, setiap semester selalu ada kasus KIP Kuliah diberhentikan atau dicabut status penerimanya di beberapa perguruan tinggi. “Hal ini terjadi karena mungkin saja ada anak yang awalnya tidak memenuhi syarat, tapi kemudian ketahuan,” ujarnya.

Kasus lainnya adalah ada anak-anak yang merasa tidak layak lagi mendapatkan KIP Kuliah karena mungkin saja mereka miskin atau rentan miskin saat mulai kuliah, namun kemudian perekonomiannya membaik.

Salah satu kasus yang meresahkan adalah mahasiswa Universitas Diponegoro atau Undip penerima KIP Kuliah yang menampilkan gaya hidup mewah dan mampu membeli barang-barang branded dalam video media sosialnya. Kasus tersebut diungkap oleh akun X @undipmenfess. Mahasiswa tersebut dikabarkan kini telah mengundurkan diri sebagai penerima KIP Kuliah.

Periklanan

Menanggapi kasus pelajar tersebut, Abdul misalnya mengatakan, saat pandemi, orang tua yang bersangkutan kehilangan pekerjaan atau usahanya bangkrut. Namun karena kondisi kini sudah membaik dan yang bersangkutan merasa sudah tidak layak lagi, ia mengajukan pengunduran dirinya sebagai penerima KIP Kuliah.

Dalam hal ini, Abdul mengatakan Kemendikbud akan lebih meningkatkan pengawasan dan menghimbau kepada perguruan tinggi untuk memastikan penerima manfaat KIP Kuliah memang diseleksi dengan sebaik-baiknya. “Jangan hanya melihat dokumennyamengunggah “Hanya oleh pelajar, tapi memang perlu dilakukan verifikasi dan kalau bisa dilakukan kunjungan untuk mengetahui status keluarganya,” ujarnya.

HENDRIK YAPUTRA

Pilihan Redaksi: Kemendikbud: Penerima KIP Kuliah bisa berprofesi sebagai sales atau youtuber



Quoted From Many Source

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *