6 Fakta Pria yang Mengaku Mayor Jenderal yang Mencoba Memaksa Orang Menjadi TNI: National Okezone

banner 468x60

banner 336x280

TINDAKAN Jarianto Jamin sungguh nekat. Seorang pria di Kota Medan, Sumatera Utara, mengaku sebagai perwira tinggi TNI berpangkat mayor jenderal atau mayor jenderal, padahal ia hanya warga sipil biasa.

Mengaku sebagai Mayjen, Jarianto mencoba melobi masyarakat untuk menjadi anggota TNI. Namun perbuatannya ketahuan dan ia harus berurusan dengan polisi.

Berikut faktanya:

BACA JUGA:

Lobi di Kodam BB

Jarianto pernah berurusan dengan polisi saat hendak melobi seseorang untuk bergabung dengan TNI di Kodam I Bukit Barisan.

Tanpa ragu, ia berani mengaku sebagai Jenderal TNI bintang 2 atau Mayor Jenderal.

Kartu identitas palsu

Untuk memperlancar persidangan, ia menunjukkan KTP-nya yang tercatat sebagai prajurit TNI di lapangan pendudukan. Ternyata itu KTP palsu.

Ditangkap oleh Provos TNI

Jarianto yang mengaku Mayjen TNI ditangkap Provos TNI saat hendak menemui Kepala Staf Kodam Bukit Barisan beberapa hari lalu. Dia kemudian diamankan petugas kepolisian Reskrim Polrestabes Medan.

BACA JUGA:

Awal aksinya terungkap

Kedatangan Jariant di Kodam Bukit Barisan untuk mengatur seseorang menjadi anggota TNI dengan cara yang tidak patut. Dia mengaku sebagai Mayjen TNI dan gerak-geriknya yang mencurigakan.

Ia kemudian kebingungan saat ditanyai beberapa pertanyaan terkait TNI. Akhirnya dilakukan penyelidikan lebih mendalam dan diketahui dia hanya mengaku sebagai Mayjen TNI.



Ikuti berita Okezone berita Google

Ikuti terus semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di ORION, daftar sekarang
klik disinidan nantikan kejutan menarik lainnya

Modus pelaku

Kapolsek Medan Kompol Teddy Marbun mengatakan, pelaku menggunakan KTP palsu dalam melakukan aksinya.

Pelaku beralih status kepegawaian menjadi anggota TNI dan berhasil mendapatkan Surat Izin Mengemudi atau SIM di Kota Pekanbaru.

Pemalsuan dokumen

Kasusnya sendiri nantinya akan dilimpahkan ke Polres Pekanbaru karena dugaan tindak pidana yang bisa menjerat pelaku adalah pemalsuan dokumen. Jadi sidang pelaku akan digelar di Pekanbaru.

Termasuk mengusut apakah pelaku melakukan tindak pidana lain dengan menggunakan kartu identitas palsu dengan status dinas pelaku sebagai prajurit TNI.

Quoted From Many Source

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *